Archive for September 2008
belajar dari sebuah kehilangan
hari kedua pasca kehilangan dompet seisinya, aku berharap orang itu masih punya sedikit niat baik bwt balikin surat2 penting lainnya lengkap walopun sudah tanpa duitnya. entah itu dikirim lewat pos ato cara apapun. mumpung juga aku belom sampai setengah jalan bwt ngurus surat2.
tapi ada hikmahnya juga dibalik kejadian ini. tidak mudah memang belajar untuk ikhlas. mengikhlaskan sesuatu yang kita miliki, terlebih sesuatu itu adalah yang kita butuhkan. tapi belajar dari kepompong yang berubah menjadi seekor kupu-kupu adalah menuju hal yang baik itu butuh proses. jika kita belum mendapatkan sesuatu seperti apa yang kita inginkan, tapi sebenarnya itu adalah yang (sedang) kita butuhkan.
seperti Megha bilang, mungkin kita butuh ini untuk tetap berada di jalur-Nya. mungkin juga aku butuh kejadian ini untuk bisa belajar menyisihkan sebagian harta yang aku punya untuk orang lain. karena sebagian dari harta yang kita miliki adalah menjadi hak orang lain, mengutip komen dari Indra. apa iya aku kurang bersedekah? meski aku merasa sudah cukup bersedekah, tapi apakah ukuran sedekahku
di hadapan Alloh itu sama? belum tentu juga sedekahku kemaren itu ikhlas semua.
sebelum Megha kehilangan dompetnya, Niko -salah satu sahabat baik- juga kehilangan motornya. dibalik kejadian ini semua, pasti Tuhan punya rencana lain. benar jika dikatakan, pasti kita akan dapat gantinya lebih dari apa yang kita ikhlaskan. kadang kita ga merasa sadar, bahwa sebenarnya harta yang lebih berharga adalah orang2 yang selalu sayang dan berada dekat dengan kita. dan mereka tidak sebanding dengan nominal duitku yang diambil orang, tidak sebanding dengan seluruh isi dompet Megha yang hilang, tidak sebanding dengan harga jual motor Mega Pro milik Niko.
adalah mereka, sahabat2 yang selalu berada dekat dan sayang denganku. my best sista yang selalu berbagi dan meluangkan banyak waktunya untuk mendengar curhatan2 juga menemani kepanikanku. belum lagi sahabat yang nawarin bwt gantiin nominal duit yang raib. (jelas2 itu salahku yang kemudian aku tolak), sahabat yang menawarkan jasa antarjemput dan menemaniku untuk ngurusin surat2 kehilangan, belom lagi yang janji traktir2 sebulan penuh setelah puasa kelar nanti, yang nawarin mw minjemin duit bwt bertahan hidup, yang janjiin mw ganti dompet dengan yang baru, yang mw beliin baju biar bisa bwt ngemsi2 lagi hoho ^^ … dan sahabat2 yang sudah sempetin baca blog, menyisihkan sebagian komen untuk disedekahkan. yang ngirim solusi2 juga tips2 yang berguna lewat email atau pesan di y!msgrku. buat semuanya saja sahabatku makasih banyak … sayang kalian. (berasa baca sampul kaset atau ucapan terimakasih setelah menerima award hehe)
selagi masih punya kesempatan, jaga dan sayangi sahabat2mu
tentang kabar kehilangan
belum genap satu minggu yang lalu, aku dapat kabar kalo dompetnya megha –my best sista- ilang. belum juga balik tu dompet, sekarang giliranku (juga) harus kehilangan dompet. huhuhu sedikit sedih si, tapi selebihnya sudah diikhlasin
isi dompetku macam id card, kayak ktp, ktm, sim etc plus atm, stnk, membercard2, kuitansi motor thunderku, kuitansi spp kuliahku yang menurutku mereka ini adalah sejarah hidup karena mendapatkannya dengan usaha dan jerih payah sendiri. selebihnya adalah duit dengan nominal yang cukup lumayan tapi menurutku juga sedikit banyak, tujuh digit meski cuman kepala satu. tapi yang belom bisa diikhlasin, ternyata kemudian sungguh2 repot ngurus surat ini itu lagi. huwwaaa…
kejadiannya sabtu malem pas aku pulang ngampus. aku paling susah buat dibangunin sahur, kalopun bangun bawaannya males bwt beli makan di luar. niatan mw nyetok mie instan di kamar, aku putuskan belanja di mini market yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. cuman beli mie instan dan susu sachet, total belanjaannya hanya sepuluhribu limaratus rupiah
nah di sini letak teledornya. bwt bayar belanjaan, aku cari pecahan kecil dari dalam dompet, tapi tidak kutemukan selain 11 lembar duit pecahan seratus ribu rupiah. posisinya sambil terima telepon, aku ga masukin tuh dompet ke kantong celana (karena kebiasaan kalo naroh ato balikin dompet ke dalam tas). main naroh di meja kasir, lalu ambil tas di penitipan barang. balik lagi ke meja kasir, kemudian ambil pecahan uang yang lebih kecil buat bayar belanjaan. urusan bayar membayar sudah selesai, tas belanjaan aku masukan ke dalam tas.
aku masih ga sadar kalo dompet berada di bawah tas. main cabut dan menuju ke parkiran motor nerusin denger curhatan temen di atas jok motor. selang beberapa saat, aku minta ijin buat nutup telepon dulu mw cabut beli makan malam sekalian bayar buka puasa yang tadi sempat ditunda.
pas di warung mw bayar aku baru sadar kalo dompet aku ketinggalan. tancap gas balik ke minimarket, sial gerbang udah ditutup. untung aku kenal beberapa orang karyawan minimarket. pagi harinya, sebelum buka toko, aku dibantu semua karyawan melihat rekaman CCTV kejadian semalam. forward dan rewind setiap detik menjelang kejadian. ternyata benar, aku sangat2 teledor, aku ninggal dompetku di atas meja kasir.
mungkin sudah skenario aku harus kehilangan, kasir tidak menyadari dompet customernya ketinggalan. di meja kasir yang sama, customer berikutnya adalah seorang bapak. selesai transaksi, tidak ada yang berubah. dompet masih tetap berada di tempat yang sama
next, customer adalah dua orang laki-laki muda. teridentifikasi mereka adalah mahasiswa dari kampus sebelah. selesai transaksi, dompet juga tidak berubah posisi sama sekali.
customer berikutnya adalah seorang laki-laki dengan atasan gelap dan celana jeans potongan lebar dan seorang teman wanitanya. kami menduga mereka adalah sepasang kekasih, tapi kami yakin teman wanitanya tidak mengetahui apa yang dilakukan laki-laki itu. dalam gerakan lambat tangan kanan laki-laki itu sudah berada di atas dompet dan kemudian menyambar lalu memasukkan dompet dalam kantong celana sebelah kanan. jelas sudah sekarang, dompetku sudah berpindah tangan. dan sayangnya, kami semua tidak yakin mengenal jelas siapa customer itu.
teruntuk dompet yang masih kusayangi (begitu pula isinya ^^), makasih sudah menemaniku selama ini. dan buat orang2 yang kujanjikan sesuatu di lebaran ini, mohon maaf … ditunda dulu ya. mungkin Tuhan punya rencana lain. kali2 aja tawaran side job, bintang pilem, bintang iklan, presenter etc ngalir deras. wkakaka… =D
sing ikhlas yo le …
jakarta, august 9, 2008
07.30 Petals arrived at Jatinegara trainstation
Rose picked him
07.45 Petals & Rose arrived at Rose’s home
They’re chit-chat ‘a morning chit-chat’ *_* wink wink
08.00 Took a bath. watch TV. drink hot choc & smoked
11.15 They went to Arden’s home. picked camera
11.30 They started their ‘trip’ by APB – Angkutan Pengganti Bemo :> – Goin to Central Jakarta.
11.45 Megaria. to watched OMG!!! – such a garings film. definetely unrecomended!!!
11.50 21 green cafe before they eat pempek Megaria .. damn delicious! >.<
12.10 OMG!!! started
13.30 move to BaKof * (bakoel koffie)
CHITCHAT!!!
ordered for:
- macaroni schootpi
- choc melt cake
- classic juice apple blackcurrant
- cafelate
- 12 cigarettes of starmild menthol & a mild menthol
15.30 move to Gelora Bung Karno by Taxi
Parkir Timur Senayan
Festival Jajanan Bango – makan 2 porsi soto + 5 tusuk sate sapi
lanjut di depan panggung utama
nikmati hiburan jazz + chit-chat again!
OMG!!! we’re so hebring! ga kurang heboh (artinya) heboh bangeettt
19.45 back to Rawamangun by busway
21.05 take a bath
…zzZZZZzzzzz…!!!!
coffee is
coffee should be ..
black as hell
strong as death
and sweet as love..
the heart of the matter
I got the call today, I didn’t wanna hear
But I knew that it would come
An old true friend of ours was talkin’ on the phone
She said you found someone
And I thought of all the bad luck,
And all the struggles we went through
How I lost me and you lost you
What are these voices outside love’s open door
Make us throw off our contentment
And beg for something more?
I’ve been learning to live without you now
But I miss you sometimes
The more I know, the less I understand
All the things I thought I knew, I’m learning them again
I’ve been tryin’ to get down to the Heart of the Matter
But my will gets weak
And my thoughts seem to scatter
But I think it’s about forgiveness
Forgiveness
Even if, even if you don’t love me anymore
These times are so uncertain
There’s a yearning undefined
And people filled with rage
We all need a little tenderness
How can love survive in such a graceless age
And the trust and self-assurance that lead to happiness
They’re the very things we kill, I guess
Pride and competition cannot fill these empty arms
And the work they put between us,
You know it doesn’t keep us warm
I’ve been trying to live without you now
But I miss you, baby
The more I know, the less I understand
And all the things I thought I figured out, I have to learn again
I’ve been tryin’ to get down to the Heart of the Matter
But my will gets weak
And my heart is so shattered
But I think it’s about forgiveness
Forgiveness
Even if, even if you don’t love me anymore
All the people in your life who’ve come and gone
They let you down, you know they hurt your pride
Better put it all behind you; cause life goes on
You keep carrin’ that anger, it’ll eat you up inside
I wanna be happily everafter
And my heart is so shattered
But I know it’s about forgiveness
Forgiveness
Even if, even if you don’t love me anymore
I’ve been tryin’ to get down to the Heart of the Matter
Because the flesh will get weak
And the ashes will scatter
So I’m thinkin’ about forgiveness
Forgiveness
Even if you don’t love me anymore
Even if you don’t love me anymore
