tovicraharja™

Catatan Yang Singkat-singkat Saja

iseng dan tidak penting

with 6 comments

natasha photo sessionAh ini sebenarnya cerita yang sangat tidak penting. Alasannya adalah karena blog saya tampak sepi-sepi saja tanpa ada pemandangan judul baru, jadilah saya posting ini.

Sore ini saya memang sedang tampak rupawan, Baca entri selengkapnya »

Written by tovic raharja

19 November 2008 at 3:44 am

Ditulis dalam dear diary

awal yang buruk

with 5 comments

Hari ini berawal dengan insiden yang tidak menyenangkan. Kemalangan masih saja datang beruntun menimpa saya. Kayaknya sayang memang perlu diruwat . Tapi mungkin lebih tepatnya Allah lagi sering-sering mengingatkan. Belom juga selesai urusan surat-surat motor yang hilang dan tidak sempet dibereskan karena masih harus nunggu ‘durian jatuh’, sekarang saya harus siap merogoh kocek lebih dalam lagi untuk benerin stang dan lampu sein motor saya. Dan juga beberapa bagian dari motor saya sudah dalam kondisi ‘tak seindah dulu’ lagi karena beradu dengan jalan aspal.

 

Kejadiannya pagi tadi ketika aku menuju ke kantor. Ceritanya berawal ketika saya berangkat dari rumah, Baca entri selengkapnya »

Written by tovic raharja

8 Oktober 2008 at 4:21 am

Ditulis dalam dear diary

me vs helmy

with 7 comments

library-037Pada suatu waktu, sebuah obrolan dengan seorang wanita cantik di suatu siang

mas Dimas? *ni nama panggilan aja

iya

bener kamu dari Yogya kan?

iya bener, kenapa gitu mbak?

nggak, mau nanya. nama aslinya tuh Dimas, bukan Helmy ya? Baca entri selengkapnya »

Written by tovic raharja

7 Oktober 2008 at 9:02 am

belajar dari sebuah kehilangan

with 7 comments

hari kedua pasca kehilangan dompet seisinya, aku berharap orang itu masih punya sedikit niat baik bwt balikin surat2 penting lainnya lengkap walopun sudah tanpa duitnya. entah itu dikirim lewat pos ato cara apapun. mumpung juga aku belom sampai setengah jalan bwt ngurus surat2.

tapi ada hikmahnya juga dibalik kejadian ini. tidak mudah memang belajar untuk ikhlas. mengikhlaskan sesuatu yang kita miliki, terlebih sesuatu itu adalah yang kita butuhkan. tapi belajar dari kepompong yang berubah menjadi seekor kupu-kupu adalah menuju hal yang baik itu butuh proses. jika kita belum mendapatkan sesuatu seperti apa yang kita inginkan, tapi sebenarnya itu adalah yang (sedang) kita butuhkan.

seperti Megha bilang, mungkin kita butuh ini untuk tetap berada di jalur-Nya. mungkin juga aku butuh kejadian ini untuk bisa belajar menyisihkan sebagian harta yang aku punya untuk orang lain. karena sebagian dari harta yang kita miliki adalah menjadi hak orang lain, mengutip komen dari Indra. apa iya aku kurang bersedekah? meski aku merasa sudah cukup bersedekah, tapi apakah ukuran sedekahku
di hadapan Alloh itu sama? belum tentu juga sedekahku kemaren itu ikhlas semua.

sebelum Megha kehilangan dompetnya, Niko -salah satu sahabat baik- juga kehilangan motornya. dibalik kejadian ini semua, pasti Tuhan punya rencana lain. benar jika dikatakan, pasti kita akan dapat gantinya lebih dari apa yang kita ikhlaskan. kadang kita ga merasa sadar, bahwa sebenarnya harta yang lebih berharga adalah orang2 yang selalu sayang dan berada dekat dengan kita. dan mereka tidak sebanding dengan nominal duitku yang diambil orang, tidak sebanding dengan seluruh isi dompet Megha yang hilang, tidak sebanding dengan harga jual motor Mega Pro milik Niko.

adalah mereka, sahabat2 yang selalu berada dekat dan sayang denganku. my best sista yang selalu berbagi dan meluangkan banyak waktunya untuk mendengar curhatan2 juga menemani kepanikanku. belum lagi sahabat yang nawarin bwt gantiin nominal duit yang raib. (jelas2 itu salahku yang kemudian aku tolak), sahabat yang menawarkan jasa antarjemput dan menemaniku untuk ngurusin surat2 kehilangan, belom lagi yang janji traktir2 sebulan penuh setelah puasa kelar nanti, yang nawarin mw minjemin duit bwt bertahan hidup, yang janjiin mw ganti dompet dengan yang baru, yang mw beliin baju biar bisa bwt ngemsi2 lagi hoho ^^ … dan sahabat2 yang sudah sempetin baca blog, menyisihkan sebagian komen untuk disedekahkan. yang ngirim solusi2 juga tips2 yang berguna lewat email atau pesan di y!msgrku. buat semuanya saja sahabatku makasih banyak … sayang kalian. (berasa baca sampul kaset atau ucapan terimakasih setelah menerima award hehe)

selagi masih punya kesempatan, jaga dan sayangi sahabat2mu

Written by tovic raharja

22 September 2008 at 8:58 am

Ditulis dalam dear diary

tentang kabar kehilangan

with 6 comments

belum genap satu minggu yang lalu, aku dapat kabar kalo dompetnya megha –my best sista- ilang. belum juga balik tu dompet, sekarang giliranku (juga) harus kehilangan dompet. huhuhu sedikit sedih si, tapi selebihnya sudah diikhlasin

isi dompetku macam id card, kayak ktp, ktm, sim etc plus atm, stnk, membercard2, kuitansi motor thunderku, kuitansi spp kuliahku yang menurutku mereka ini adalah sejarah hidup karena mendapatkannya dengan usaha dan jerih payah sendiri. selebihnya adalah duit dengan nominal yang cukup lumayan tapi menurutku juga sedikit banyak, tujuh digit meski cuman kepala satu. tapi yang belom bisa diikhlasin, ternyata kemudian sungguh2 repot ngurus surat ini itu lagi. huwwaaa…

kejadiannya sabtu malem pas aku pulang ngampus. aku paling susah buat dibangunin sahur, kalopun bangun bawaannya males bwt beli makan di luar. niatan mw nyetok mie instan di kamar, aku putuskan belanja di mini market yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. cuman beli mie instan dan susu sachet, total belanjaannya hanya sepuluhribu limaratus rupiah

nah di sini letak teledornya. bwt bayar belanjaan, aku cari pecahan kecil dari dalam dompet, tapi tidak kutemukan selain 11 lembar duit pecahan seratus ribu rupiah. posisinya sambil terima telepon, aku ga masukin tuh dompet ke kantong celana (karena kebiasaan kalo naroh ato balikin dompet ke dalam tas). main naroh di meja kasir, lalu ambil tas di penitipan barang. balik lagi ke meja kasir, kemudian ambil pecahan uang yang lebih kecil buat bayar belanjaan. urusan bayar membayar sudah selesai, tas belanjaan aku masukan ke dalam tas.

aku masih ga sadar kalo dompet berada di bawah tas. main cabut dan menuju ke parkiran motor nerusin denger curhatan temen di atas jok motor. selang beberapa saat, aku minta ijin buat nutup telepon dulu mw cabut beli makan malam sekalian bayar buka puasa yang tadi sempat ditunda.

pas di warung mw bayar aku baru sadar kalo dompet aku ketinggalan. tancap gas balik ke minimarket, sial gerbang udah ditutup. untung aku kenal beberapa orang karyawan minimarket. pagi harinya, sebelum buka toko, aku dibantu semua karyawan melihat rekaman CCTV kejadian semalam. forward dan rewind setiap detik menjelang kejadian. ternyata benar, aku sangat2 teledor, aku ninggal dompetku di atas meja kasir.

mungkin sudah skenario aku harus kehilangan, kasir tidak menyadari dompet customernya ketinggalan. di meja kasir yang sama, customer berikutnya adalah seorang bapak. selesai transaksi, tidak ada yang berubah. dompet masih tetap berada di tempat yang sama

next, customer adalah dua orang laki-laki muda. teridentifikasi mereka adalah mahasiswa dari kampus sebelah. selesai transaksi, dompet juga tidak berubah posisi sama sekali.

customer berikutnya adalah seorang laki-laki dengan atasan gelap dan celana jeans potongan lebar dan seorang teman wanitanya. kami menduga mereka adalah sepasang kekasih, tapi kami yakin teman wanitanya tidak mengetahui apa yang dilakukan laki-laki itu. dalam gerakan lambat tangan kanan laki-laki itu sudah berada di atas dompet dan kemudian menyambar lalu memasukkan dompet dalam kantong celana sebelah kanan. jelas sudah sekarang, dompetku sudah berpindah tangan. dan sayangnya, kami semua tidak yakin mengenal jelas siapa customer itu.

teruntuk dompet yang masih kusayangi (begitu pula isinya ^^), makasih sudah menemaniku selama ini. dan buat orang2 yang kujanjikan sesuatu di lebaran ini, mohon maaf … ditunda dulu ya. mungkin Tuhan punya rencana lain. kali2 aja tawaran side job, bintang pilem, bintang iklan, presenter etc ngalir deras. wkakaka… =D

sing ikhlas yo le …

Written by tovic raharja

21 September 2008 at 7:31 am

Ditulis dalam dear diary