Tulisan ditandai ‘psikologi’
saya stress juga bisa … ah saya bisa stress juga
Lumayan stress juga saya dibuatnya. Berawal ketika saya memutuskan untuk mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian di semester ini. Dan bersiaplah saya bertemu dengan dosen yang idealismenya segede gaban untuk cabut bulu gaban ^duh ga ada hubungannya deh^ dan semua harus seperti apa yang dia inginkan.
Sebenarnya mata kuliah ini adalah satu dari sekian mata kuliah yang menjadi minat saya. Dan dosen ini adalah pengampu di tiga mata kuliah, yang semester sebelumnya sempat bertemu di Psikologi Pendidikan dan Filsafat Ilmu dan Logika. Entahlah mungkin karena pembawaan dosen yang selalu ambil jarak dengan mahasiswanya dan pertahanan ego yang tinggi. Tapi entah kenapa juga sebenarnya saya juga suka dengan profil dosen ini. Berharap suatu saat nanti, dia menjadi dosen pembimbing skripsi saya.
Beberapa tugas Metodologi Penelitian saya kerjakan dalam waktu semalaman. Tugas pertamanya adalah membuat proposal penelitian psikologi. Saya bingung mulai menentukan variabel dari mana. Sebelumnya beberapa judul sudah sempat saya tawarkan, dan hasilnya nihil. Dari semua judul yang saya tawarkan, lebih cocok dengan bentuk penelitian kualitatif. Jalan buntu, saya tidak punya ide sama sekali.
Akhirnya saya putuskan untuk membuat proposal dengan judul penelitian kuantitatif “Hubungan Antara Visual Literacy Dengan Kemampuan Berpikir Kreatif”. Saya sempat membayangkan, masih berupa tugas mata kuliah saja sudah bingung seperti ini, bagaimana nanti kalau sudah skrips(h)i(t). Sebenarnya menguntungkan juga ketika kita siap judul itu dari sekarang. Kita tidak akan banyak menghabiskan waktu untuk membuat bab berikutnya.
Eksekusi pembantaian hari pertama sudah berjalan. Saya absen ^mungkin juga karena stress berkepanjangan^ karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk saya harus beranjak dari tempat tidur. Ketika pikiran saya harusnya beristirahat, malam harinya saya dapat sms dari salah seorang teman “Mas, judulmu masuk kategori eror!” Firasat, saya harus mengganti judul itu dan membuat bab 1 lagi. Fiuh! sms masuk lagi di hp saya, “Mas, kurang dari seminggu kita harus kumpul bab 1 dan bab 2” Tidak kurang heboh! Dalam kondisi seperti ini bagaimana saya harus menyelesaikan kewajiban itu dalam beberapa hari kedepan.
Mendekati hari H, tidak juga saya bisa menemukan variabel psikologis yang akan saya teliti. Beberapa kali ganti judul dan toeri yang mendukung latar belakang permasalahan penelitian saya. Sebenarnya its so easy! tinggal mengutip skripsi orang lain selesailah tanggung jawab saya di mata kuliah ini untuk bisa mendapatkan nilai lulus dari mata kuliah ini. Tapi itupun juga tidak membuat saya sedikit bersemangat ketika saya harus melakukan penelitian di luar bidang saya. Bidang saya tidak bisa lepas dari dunia pustaka dan seni rupa. Dunia yang membawa saya ke masuk dalam proses belajar yang luar biasa banyak.
Beberapa kali saya harus merubah variabel penelitian dalam judul saya. Terlebih ketika saya tidak banyak menemukan teori dan definisi operasionalnya. Bagaimana saya bisa mengukur jika definisi operasional itu tidak lengkap. Seperti halnya konsep visual literacy, menurut dosen saya ^konsep yang harus diubah dulu menjadi variabel^ itu lebih tepat dijadikan penelitian kualitatif ketimbang kuantitatif.
Sebut saja “Hubungan Antara Standarisasi Jam Kerja Organisasi Seni Dengan Motivasi Kerja Artistik” berganti menjadi “Perbedaan Stress Kerja Pekerja Seni Manajerial dan Non Manajerial”, dan harus berubah lagi menjadi “Hubungan Antara Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Seni dengan Motivasi Penciptaan Karya Seni”
Finally, semalam sebelum saya mengumpulkan tugas pada esok harinya judul penelitian itu menjadi “Hubungan Antara Persepsi Anak Muda terhadap Karya Seni Mural di Jembatan Layang Lempuyangan Yogyakarta Dengan Motivasi Diri”. Dalam waktu semalaman saya berhasil merampungkan bab 1 dan bab 2. Meskipun belum menjadi kabar gembira, judulku sudah diterima meski saya harus menghadapi hari pembantaian berikutnya untuk menghadapi kenyataan konsep tersebut berupa variabel atau bukan. Belum skripsi saja saya sudah heboh, apalagi nanti. Doakan semoga berhasil, dan judul itu saya pilih karena latar belakang yang mendasari yang akan saya beberkan pada postingan berikutnya. Ditunggu ^dan kalo sempat dan by request saja^ [t.]